Adu Penalti Pupuskan Mimpi Emas, PGRI Bone Ukir Sejarah dengan Medali Perak

Berita, Daerah, Olahraga56 Dilihat

LEPASNEWS.NEWS COM SIDRAP – Mimpi Tim Futsal PGRI Bone untuk membawa pulang medali emas harus sirna di ujung laga yang paling menegangkan. Setelah bertarung tanpa gol selama waktu normal, langkah tim berjuluk kebanggaan para guru Bone itu akhirnya terhenti lewat drama adu penalti saat menghadapi PGRI Barru pada partai final, Minggu (5/7/2026) malam.

Laga yang berlangsung sejak pukul 20.00 hingga 21.00 WITA itu menyuguhkan pertandingan sarat gengsi dan penuh determinasi. Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim saling menekan dengan tempo tinggi. Serangan demi serangan silih berganti mengancam gawang lawan, namun disiplin pertahanan dan gemilangnya penampilan para penjaga gawang membuat skor 0-0 bertahan hingga waktu normal 2 x 15 menit berakhir.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika juara harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam momen yang menguras emosi itu, PGRI Barru tampil lebih tenang dan sukses mengunci kemenangan.

Sementara PGRI Bone harus mengubur impian meraih emas, namun tetap pulang dengan kepala tegak sebagai peraih medali perak.

Meski gagal menjadi juara, pencapaian tersebut menjadi tonggak sejarah bagi Tim Futsal PGRI Bone. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil menembus partai final setelah pada edisi-edisi sebelumnya selalu terhenti di babak semifinal.

Koordinator Cabang Olahraga, Muhlis, S.Pd., M.Pd., menyebut keberhasilan melaju hingga final merupakan prestasi yang layak disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus berkembang.

“Ini adalah pertama kalinya PGRI Bone berhasil menembus partai final. Selama ini kita hanya mampu sampai di babak semifinal. Ini tentu menjadi pencapaian yang patut kita syukuri dan banggakan,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua PGRI Bone, Dr. Shabiel Zakaria, S.Pd., M.Pd. Menurutnya, medali perak merupakan buah dari perjuangan tanpa henti yang diperlihatkan seluruh pemain, pelatih, dan manajer sepanjang turnamen.

“Apapun hasilnya, ini adalah karya terbaik. Para pemain sudah berusaha dengan amat baik berkat kerja sama yang solid antara pemain, pelatih, dan manajer,” katanya.

Partai final tersebut turut disaksikan Pengurus PGRI Provinsi Sulawesi Selatan bersama jajaran Pengurus PGRI Bone yang memberikan dukungan langsung dari tribun. Seusai pertandingan, medali perak diserahkan oleh Wakil Bupati Sidenreng Rappang sebagai bentuk penghargaan atas semangat juang dan sportivitas yang ditunjukkan Tim Futsal PGRI Bone.

Meski emas belum berhasil diraih, perjalanan di Sidrap menjadi bukti bahwa kerja keras mampu melahirkan sejarah. Medali perak kali ini bukan sekadar penghargaan, melainkan pijakan baru bagi Tim Futsal PGRI Bone untuk kembali mengejar mimpi yang sempat lepas di ujung adu penalti.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *