LEPASNEWS.COM | BONE – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dalam Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kembali dikeluhkan pengendara. Hampir setiap hari, antrean disebut sudah mengular sejak pagi dan belum juga terurai hingga memasuki siang hari.
Bagi sebagian pengendara, mengisi BBM kini bukan lagi perkara mampir sebentar ke SPBU. Mereka harus menyiapkan waktu dan kesabaran ekstra, bahkan rela berdiri berjam-jam dalam barisan kendaraan demi mendapatkan BBM, Solar, Partalite dan Partamax .
“Iye kanda, masemmeng ki na taro pella esso e mattajeng, macet i. Mulai pagi-habis, jam 12 lapawawoi masih macet tadi lewat ka.”
Demikian keluhan seorang pengendara yang menggambarkan panjangnya antrean BBM. Ia mengaku melihat antrean masih padat meski waktu telah menunjukkan sekitar pukul 12.00 WITA.
Kondisi tersebut membuat pengendara berada dalam pilihan sulit. Bertahan dalam antrean berarti harus mengorbankan waktu dan aktivitas lainnya.
Namun meninggalkan antrean juga berisiko pulang tanpa mendapatkan BBM.
“paling di belakang setia menunggu antri pellanna essoe, namun keburu habis mi lisuni di bolana,” ujar Om Beddu salah satu warga antrian.
Jika diterjemahkan secara bebas, warga memilih tetap setia menunggu di belakang antrean, tetapi khawatir ketika sampai giliran justru BBM sudah habis.
Keluhan itu kemudian ditutup dengan kalimat bernada jenaka yang justru menggambarkan keresahan warga.
“Nammuru-murui ni lakkainna nasaba deaga tawana Pertalite.” ( Dimarahi sama Istrinya Karena tidak dapat Partalite)
Di balik candaan tersebut, tersimpan persoalan yang cukup serius. Masyarakat membutuhkan kepastian ketersediaan BBM agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu hanya karena harus menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU.
Pagi Antre, Siang Masih Bertahan
Fenomena antrean panjang BBM di Bone bukan persoalan yang sepenuhnya baru.
Sebelumnya, keluhan serupa juga pernah muncul ketika pengendara mengaku harus mengantre hingga berjam-jam untuk mendapatkan Pertalite.
Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Apakah antrean dipicu meningkatnya jumlah konsumen, pola distribusi, keterbatasan stok pada waktu tertentu, atau faktor lainnya.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti antrean yang disebut terjadi setiap hari di sejumlah SPBU tersebut masih memerlukan penjelasan resmi dari pihak terkait.
Warga Minta Kepastian
Pengendara berharap persoalan antrean BBM tidak dibiarkan menjadi rutinitas tanpa solusi.
Mereka meminta adanya keterbukaan mengenai ketersediaan stok, jadwal pasokan, serta langkah yang dilakukan apabila terjadi lonjakan permintaan.
Sebab bagi masyarakat, BBM merupakan kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Jangan sampai cerita setiap hari berubah menjadi rutinitas baru: berangkat pagi mencari Pertalite, siang masih mengantre, sore baru pulang—sementara pekerjaan sudah menunggu dari tadi.
Kini masyarakat menunggu satu hal sederhana: BBM tersedia, antrean tertib, dan pengendara tidak lagi harus kehilangan berjam-jam waktunya hanya untuk mendapatkan bahan bakar.













