Kapolsek Bontocani dan Warga Rampungkan Jalan Tani di Ulu Bila, Program Peduli Warga Pelosok Terus Bergerak

Berita, Daerah, Sosial10 Dilihat

LEPASNEWS.COM. BONE- Kepedulian terhadap masyarakat di wilayah pelosok kembali ditunjukkan Kapolsek Bontocani AKP Kamaluddin, SH bersama personel kepolisian dan warga. Melalui program “Polsek Peduli Warga Pelosok”, mereka bergotong royong merampungkan salah satu akses jalan tani di Dusun Ulu Bila, Kelurahan Kahu, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Kamis (27/8/2026).

Penyelesaian jalan tani tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran kepolisian tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial serta kerja bersama masyarakat.

Usai pekerjaan rampung, kegiatan dilanjutkan dengan syukuran bersama di lokasi jalan tani. Suasana kebersamaan semakin terasa dengan hadirnya perwakilan Tripika, Lurah Kahu, serta masyarakat Dusun Ulu Bila, baik laki-laki maupun perempuan.

Bagi warga setempat, selesainya jalan tani tersebut bukan sekadar sebuah pekerjaan fisik. Jalan itu menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.

Seorang warga Ulu Bila yang mengaku telah berusia 69 tahun tak mampu menyembunyikan rasa harunya melihat langsung kepedulian Kapolsek Bontocani terhadap masyarakat pelosok.

“Saya sudah berumur 69 tahun, baru kali ini melihat langsung Kapolsek yang betul-betul peduli kepada warga pelosok. Bukan hanya di Ulu Bila, hampir seluruh desa ada jalan rusak yang dikerjakan secara gotong royong bersama warga. Kami sangat bersyukur ada Kapolsek yang mau turun langsung bersama masyarakat. Terima kasih, Pak Kapolsek,” ungkapnya dengan nada haru.

Apresiasi juga datang dari Tajudin, salah seorang warga Bontocani yang merupakan pensiunan Polri. Ia menilai berbagai kegiatan sosial yang dilakukan Kapolsek Bontocani telah memberikan warna tersendiri bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Menurut Tajudin, pendekatan yang dilakukan Kapolsek melalui komunikasi dengan pemerintah maupun berbagai lembaga sosial menjadi salah satu langkah positif dalam membangun kepedulian terhadap masyarakat.

“Dulu Bontocani dikenal sebagai wilayah pembuangan. Namun setelah Pak Kamal bertugas di Bontocani, mampu memberikan warna baru. Saya sebagai pensiunan Polri ikut bangga. Perubahan yang dilakukan Kapolsek belum pernah ada sebelumnya, termasuk membangun komunikasi dengan pemerintah dan berbagai lembaga sosial yang kemudian dikemas dalam program ‘Polsek Peduli Warga’,” ujar Tajudin.

Program “Polsek Peduli Warga Pelosok” disebut telah menyentuh hampir seluruh desa di wilayah Kecamatan Bontocani. Bahkan, sejumlah wilayah yang berada jauh dari pusat kecamatan, seperti Lurae dan Baholangi, turut menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

Melalui semangat gotong royong, kepolisian bersama masyarakat berupaya menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang dapat dikerjakan secara bersama-sama, termasuk perbaikan akses jalan yang menjadi kebutuhan warga.

Bagi masyarakat pelosok, kehadiran aparat yang mau turun langsung dan bekerja bersama warga menjadi pesan penting: bahwa pembangunan dan kepedulian tidak harus selalu menunggu dari atas, tetapi dapat dimulai dari kebersamaan di tengah masyarakat.

Program tersebut diharapkan terus berlanjut dan semakin memperkuat hubungan antara Polri, pemerintah, serta masyarakat, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi warga di pelosok Kecamatan Bontocani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *