Maulid Nabi di TK Anak Bangsa, Tanamkan Akhlak Rasulullah Sejak Usia Dini

LEPASNEWS.COM BONE – Di tengah dunia anak-anak yang penuh warna dan keceriaan, sebuah pesan tentang akhlak dan keteladanan kembali ditanamkan. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di TK Anak Bangsa, jalan Majang Kecamatan Riattang Barat, Kabupaten Bone, Rabu (9/9/2026).

Menjadi momentum untuk mengenalkan nilai-nilai luhur Rasulullah SAW kepada generasi sejak usia dini.Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Generasi Cerdas, Ceria dan Berkarakter”,

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi peringatan hari besar keagamaan. Lebih dari itu, Maulid menjadi ruang pendidikan karakter, tempat anak-anak diperkenalkan pada nilai kejujuran, kasih sayang, kesantunan, serta sikap menghormati orang tua dan guru.

Kegiatan ini turut dihadiri Komisioner BAZNAS, Rusmin Igo, S.H., Pengawas PAUD Kabupaten Bone A. Herlina, S.Pd., Lurah Majang Zainuddin, serta pembawa hikmah Maulid Ust. H. Muh. Abduh Aras, S.Pd.I., M.Pd.

Ketua Yayasan TK Anak Bangsa, Nasaruddin Zaelani menegaskan bahwa keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter anak.

Menurutnya, usia dini merupakan fase yang sangat menentukan dalam membentuk kebiasaan dan karakter seorang anak.

Karena itu, nilai-nilai kebaikan perlu diperkenalkan melalui hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

“Bukan acara tahunan semata, tetapi keteladanan Nabi yang harus ditanamkan kepada anak-anak kita di TK Anak Bangsa. Nilai itu harus menjadi bagian dari kehidupan mereka sejak dini. Dari hal-hal sederhana, mereka belajar menjadi anak yang santun, jujur, penyayang, dan menghormati orang lain,” ujarnya.

Nasaruddin juga mengajak orang tua dan tenaga pendidik untuk bersama-sama menjadi contoh nyata bagi anak-anak. Sebab, menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya lahir dari nasihat, tetapi juga dari apa yang dilihat dan dirasakan anak setiap hari.

“Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang kita sampaikan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan rasakan setiap hari. Karena itu, mari kita menjadi teladan yang baik agar anak-anak tumbuh dengan akhlak mulia, memiliki karakter kuat, serta mencintai Rasulullah SAW,” ungkapnya.

Sementara itu, Pembawa Hikmah Maulid, Ust. H. Muh. Abduh Aras, dalam ceramahnya mengingatkan para orang tua wali murid agar nilai-nilai kebaikan yang diperkenalkan di sekolah terus dilanjutkan di lingkungan keluarga.

Ia menekankan bahwa anak-anak usia PAUD dan TK berada pada fase sebagai peniru yang sangat kuat. Apa yang mereka lihat dari orang tua dan lingkungan terdekat dapat menjadi bagian dari kebiasaan dan karakter mereka.

“Anak PAUD itu adalah peniru terbaik. Karena itu, keteladanan Rasulullah SAW perlu ditanamkan sejak usia dini. Anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia juga berpesan agar orang tua tidak hanya menjadi pemberi nasihat, tetapi sekaligus menjadi guru terbaik bagi anak-anaknya melalui perilaku dan kebiasaan yang baik.

“Orang tua adalah orang terbaik untuk mengajarkan keteladanan Nabi. Anak TK bukan otaknya dulu yang dicerdaskan, tetapi karena anak-anak adalah peniru terbaik, maka karakter dan kebiasaan keteladanan orang tua akan menjadi contoh terbaik bagi mereka,” tuturnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di TK Anak Bangsa akhirnya menjadi pengingat bahwa membangun generasi tidak cukup hanya dengan mencerdaskan pikiran.

Di balik tawa dan kepolosan anak-anak, ada karakter yang sedang dibentuk, kebiasaan yang sedang ditanam, dan masa depan yang perlahan sedang disiapkan.

Keteladanan Rasulullah SAW menjadi cahaya yang diharapkan terus menyertai langkah mereka—dari ruang kelas, rumah, hingga kehidupan mereka kelak.

Dengan akhlak yang baik, kecerdasan menemukan arah; dengan keteladanan, generasi cerdas dan ceria diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *