Porprov Bone Dibuka, Mapolres Justru Diguncang Aksi Demo! Massa Soroti Dugaan Suap Tangkap-Lepas dan Permainan Pasal yang Menyeret Sorotan ke Kasat Narkoba

Berita, Daerah, Peristiwa31 Dilihat

LEPASNEWS.COM.BONE – Pembukaan Poprov di Kabupaten Bone diwarnai Aksi unjuk rasa Aliansi Bone Bersatu di Mapolres Bone, Sabtu (7/11/2026), dengan sorotan tajam terhadap penanganan sejumlah kasus narkoba.

Di tengah tuntutan massa agar dugaan praktik suap tangkap lepas dan permainan pasal diusut, satu nama menjadi perhatian utama, Kasat Narkoba Polres Bone, Iptu Irham, S.H., M.H.

Bukan tanpa alasan, nama Iptu Irham terus disebut dalam aksi tersebut. Massa mempertanyakan dugaan adanya praktik permintaan uang kepada keluarga pelaku narkoba yang tertangkap, sebagaimana dikaitkan dengan rekaman suara yang beredar dan diduga melibatkan salah seorang bawahannya.

Rekaman suara tersebut menjadi salah satu alasan massa mendesak adanya penelusuran serius terhadap dugaan penyimpangan dalam penanganan perkara narkotika.

Namun, sosok Kasat Narkoba yang paling ingin ditemui massa itu justru tidak terlihat bersama jajaran kepolisian yang menerima perwakilan demonstran.

Kondisi tersebut memantik kekecewaan sejumlah peserta aksi. Beberapa perwakilan massa bahkan melontarkan kritik keras atas ketidakhadiran Iptu Irham di tengah demonstrasi yang secara langsung menyoroti institusi dan bidang yang dipimpinnya.

Bagi massa, persoalan ini bukan sekadar tuntutan pergantian pejabat. Mereka menginginkan kejelasan atas dugaan praktik yang dinilai dapat mencederai kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Dalam orasinya, Jenderal Lapangan Zulkifli menegaskan bahwa kedatangan Aliansi Bone Bersatu ke Mapolres Bone merupakan bentuk desakan agar dugaan penyimpangan dalam penanganan kasus narkoba tidak dibiarkan berlalu tanpa penjelasan.

Sorotan terhadap dugaan suap, praktik tangkap lepas, hingga permainan pasal menjadi persoalan serius yang menurut massa harus dibuka secara terang-benderang.

Kini, publik menanti penjelasan resmi dari Polres Bone, termasuk klarifikasi dari Iptu Irham terkait rekaman suara yang dipersoalkan massa.

Sebab, ketika dugaan penyimpangan telah menjadi bahan demonstrasi di ruang publik, transparansi dan akuntabilitas menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *