Stand BONESTA di Bone Riolo Dibanjiri Pengunjung, Barang Antik Jadi Spot Foto

Berita, Budaya, Daerah72 Dilihat

LEPASNEWS.COM, BONE – Stand BONESTA (Bone Sepeda Tua) menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi masyarakat dalam rangkaian Gau Maraja 2026 di kawasan Tanah Bangkalae, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Kegiatan berlangsung sejak pembukaan Gau Maraja hingga malam ketiga pelaksanaan. Kawasan Tanah Bangkalae dalam kegiatan tersebut dikemas dengan nuansa “Bone Riolo”, yang menghadirkan kembali suasana dan berbagai unsur budaya Bone tempo dulu.

Salah satu pengunjung Dg. Mambi mengatakan, antusiasme masyarakat meningkat setelah BONESTA sebelumnya menampilkan karnaval sepeda tua dalam rangkaian Gau Maraja.

“Setelah memberikan tontonan yang menarik di acara karnaval sepeda tua, kini stand BONESTA kembali dibanjiri pengunjung yang antre foto-foto,” kata Dg. Mambi

Berbeda dengan sejumlah tenan yang menyajikan jajanan tradisional atau beppa tau riolo, BONESTA menghadirkan ruang khusus yang dapat digunakan pengunjung untuk berfoto dengan koleksi barang antik.

Di dalam stand tersebut terdapat foto Tanah Bangkalae tahun 1934, sepeda tua, alat komunikasi tempo dulu, serta sejumlah benda antik lainnya.

Pendiri BONESTA sekaligus pemilik koleksi barang antik, Ansar Mulkin, mengatakan kehadiran BONESTA dalam Gau Maraja tidak hanya sebagai pelaksana karnaval sepeda tua.

“Kali ini BONESTA bukan cuma menjadi pelaksana karnaval di Gau Maraja, tetapi juga memberikan tempat foto-foto dengan barang-barang antik,” ujar Ansar.

Sementara itu, penanggung jawab stand BONESTA, Akmal Kimal, mengatakan pengunjung mulai memadati stand tersebut sejak kawasan Bone Riolo dibuka hingga malam ketiga.

Menurut Akmal, pengunjung berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari orang tua hingga anak-anak.

“Mulai pembukaan di Bone Riolo sampai malam ketiga kami dibanjiri pengunjung. Bukan cuma kalangan yang tua, tetapi sampai anak umur tujuh tahun semua berlomba-lomba untuk berfoto,” kata Akmal.

Akmal menjelaskan, BONESTA menyiapkan dua daya tarik utama, yakni Menara BONESTA yang menjadi bagian dari kawasan Gau Maraja dan Bone Riolo, serta ruang tamu bernuansa tempo dulu.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya BONESTA menghadirkan pengalaman yang mempertemukan masyarakat dengan benda-benda yang pernah digunakan pada masa lalu.

Melalui sepeda tua, foto lama, alat komunikasi, dan koleksi barang antik lainnya, kawasan Bone Riolo tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga ruang untuk mengenalkan kembali jejak kehidupan masyarakat Bone tempo dulu kepada generasi muda.

Bagi BONESTA, benda-benda lama itu bukan sekadar pajangan. Di balik setiap sepeda tua dan foto berusia puluhan tahun, tersimpan potongan cerita tentang Bone yang pernah hidup dan kini kembali dikenang melalui Gau Maraja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *