LEPASNEWS.COM. BONE- Di antara puing-puing yang menghitam dan sisa-sisa harta yang tak lagi bisa diselamatkan, masih ada tangan-tangan yang datang membawa harapan.
Musibah kebakaran yang menimpa warga di Desa Poleonro, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, menyisakan kesedihan mendalam. Rumah dan harta benda yang selama ini menjadi tempat berteduh dan sumber kehidupan harus luluh dalam kobaran api.
Di tengah suasana duka itu, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Kabupaten Bone Kecamatan Libureng hadir membawa kepedulian. Bantuan bagi korban kebakaran disalurkan pada 16 Agustus 2026, sebagai bentuk solidaritas sekaligus upaya meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Imam Desa Poleonro, yang juga merupakan bagian dari UPZ BAZNAS Kabupaten Bone Kecamatan Libureng.
Bagi korban, bantuan itu mungkin tidak mampu mengembalikan rumah yang telah menjadi abu. Tidak pula dapat menghapus seluruh kenangan yang ikut terbakar bersama bangunan dan harta benda.
Namun, di balik bantuan tersebut tersimpan pesan sederhana, mereka tidak sendirian.
Ada kepedulian yang datang ketika kesedihan belum benar-benar reda. Ada tangan yang terulur ketika kehidupan terasa seperti harus dimulai kembali dari titik paling bawah.
Melalui UPZ BAZNAS di tingkat kecamatan dan desa, BAZNAS Kabupaten Bone terus mendorong pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang sedang tertimpa musibah.
Bantuan itu bukan sekadar paket kebutuhan. Ia adalah bentuk nyata dari kepedulian umat, bahwa ketika satu keluarga kehilangan tempat berteduh, rasa kemanusiaan tidak boleh ikut terbakar.
Di tengah kepulan asap yang telah lama menghilang, harapan perlahan dinyalakan kembali.(*)













