LEPASNEWS.COM.BONE – Perjalanan menuju Baitullah bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan ilmu, mental, dan kesehatan.
Demi memastikan calon jamaah haji siap menghadapi rangkaian ibadah di Tanah Suci, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bone melaksanakan monitoring bimbingan manasik dan perjalanan haji di Masjid Maqshadul Khair, Watang Palakka Rabu 28/10/2026.
Kegiatan ini diikuti calon jamaah haji dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kecamatan Palakka, dan Kecamatan Ulaweng. Monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan agar para calon jamaah tidak hanya memahami tata cara ibadah haji, tetapi juga memiliki kesiapan kesehatan untuk menjalani perjalanan panjang menuju Tanah Suci.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bone, H. Muh. Rafi As’ad, menyampaikan materi seputar persiapan keberangkatan, tahapan perjalanan haji, serta pentingnya memahami rukun, wajib, dan sunnah haji.
Pembekalan ini menjadi sangat penting bagi calon jamaah. Sebab, setiap tahapan ibadah membutuhkan pemahaman yang benar agar dapat dilaksanakan secara tertib, mandiri, dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Bagi para calon jamaah, manasik bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi jadwal pembinaan. Lebih dari itu, manasik merupakan kesempatan untuk memantapkan niat, memperdalam pengetahuan, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kesehatan Menjadi Bekal Penting Menuju Baitullah
Selain pemahaman tentang tata cara ibadah, kesiapan fisik menjadi perhatian dalam kegiatan monitoring tersebut. Materi kesehatan disampaikan oleh Dr. Kasmawar, yang mewakili Dinas Kesehatan.
Dalam pembekalannya, Dr. Kasmawar memberikan pemahaman kepada calon jamaah mengenai pentingnya menjaga kondisi fisik, menerapkan pola hidup sehat, serta mematuhi arahan petugas kesehatan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Aspek kesehatan menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Rangkaian ibadah haji membutuhkan stamina dan daya tahan tubuh yang baik, terlebih ketika jamaah harus menjalani berbagai aktivitas dalam kondisi lingkungan dan cuaca yang berbeda dari daerah asal.
Karena itu, calon jamaah diharapkan mulai membiasakan pola hidup sehat, menjaga kebugaran tubuh, memperhatikan kebutuhan istirahat, serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan sesuai kondisi masing-masing.
Pembekalan kesehatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran jamaah bahwa persiapan menuju Baitullah tidak hanya dilakukan melalui penguasaan ilmu manasik, tetapi juga dengan menjaga kesehatan sejak sebelum keberangkatan.
Monitoring untuk Memastikan Kesiapan Jamaah
Melalui kegiatan monitoring di Masjid Maqshadul Khair, Watang Palakka, Kemenhaj Bone berupaya memastikan proses bimbingan manasik berjalan dengan baik dan materi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi calon jamaah haji.
Pembinaan yang mencakup pengetahuan ibadah dan kesehatan diharapkan mampu membantu jamaah menghadapi setiap tahapan perjalanan haji dengan lebih percaya diri.
Kemenhaj Bone juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada calon jamaah haji sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji yang berorientasi pada kebutuhan jamaah.
Pada akhirnya, harapan setiap calon jamaah adalah dapat berangkat dengan persiapan yang matang, menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar, serta kembali ke tanah air dengan selamat.
Melalui penguatan manasik dan pembekalan kesehatan ini, calon jamaah haji dari Kecamatan Tanete Riattang Barat, Palakka, dan Ulaweng diharapkan semakin siap menyongsong perjalanan suci menuju Baitullah, dengan bekal ilmu, kesiapan fisik, dan niat ibadah yang tulus.(*)













