Leonard Eben Ezer Simanjuntak: Jejak Perjuangan Syekh Yusuf Harus Menjadi Kompas Pengabdian Anak Bangsa

Berita, Nasional11 Dilihat

LEPASNEWS.COM.GOWA – Di tengah arus zaman yang terus bergerak, nama Syekh Yusuf Al-Makassari tetap menjelma sebagai cahaya yang tak pernah padam. Jejak perjuangannya melintasi batas ruang dan waktu, menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada bangsa tidak selalu lahir dari sebuah jabatan, melainkan dari ketulusan hati, keberanian, dan pengorbanan untuk kemaslahatan umat.

Pesan itu disampaikan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung RI, Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, saat menghadiri Haul Akbar Syekh Yusuf Al-Makassari di Kabupaten Gowa, Sabtu (25/7/2026).

Dalam suasana yang khidmat, Leonard mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para penyelenggara negara, untuk menjadikan nilai-nilai perjuangan Syekh Yusuf sebagai teladan dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Menurut Leonard, semangat perjuangan Tuanta Salamaka masih sangat relevan di tengah berbagai tantangan kehidupan berbangsa saat ini. Ia menegaskan bahwa pengabdian sejati tidak diukur dari tinggi rendahnya jabatan yang dimiliki seseorang, melainkan dari manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.

“Lihat perjuangannya, tanpa jabatan beliau tetap berjuang. Apa pun pekerjaan kita, apa pun kehidupan kita, mari kita sumbangkan untuk bangsa dan negara. Itu yang harus kita pelajari dari Syekh Yusuf,” ujar Leonard.

Lebih lanjut, Leonard mengingatkan agar para pejabat publik tidak terjebak pada orientasi kekuasaan semata. Jabatan, menurutnya, hanyalah amanah, sedangkan tujuan utamanya adalah menghadirkan keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Ia menilai, nilai-nilai yang diwariskan Syekh Yusuf harus terus digaungkan kepada generasi muda sebagai fondasi moral dalam membangun Indonesia yang berkeadilan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta memperkuat persatuan bangsa.

Bagi Leonard, pengakuan dunia terhadap perjuangan Syekh Yusuf menjadi bukti bahwa pengabdian yang dilakukan dengan keikhlasan akan meninggalkan jejak yang melampaui batas negara dan zaman. Warisan keteladanan itu, kata dia, harus terus dirawat agar menjadi inspirasi bagi setiap anak bangsa untuk memberikan kontribusi terbaik di bidangnya masing-masing.

Tak hanya itu, Leonard juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Haul Akbar Syekh Yusuf Al-Makassari yang berlangsung secara sederhana, terbuka, dan lahir dari inisiatif masyarakat. Menurutnya, pelaksanaan haul tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kecintaan kepada Syekh Yusuf tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat tanpa bergantung pada dukungan pemerintah.

“Haul ini tidak undangan khusus dan tanpa ada bantuan pemerintah. Ini menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat kepada Syekh Yusuf dan nilai-nilai perjuangannya yang terus hidup hingga hari ini,” ungkapnya.

Haul Akbar Syekh Yusuf Al-Makassari pun menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan. Ia menjelma menjadi ruang refleksi, tempat masyarakat kembali meneguhkan bahwa bangsa yang besar bukan hanya dibangun oleh mereka yang memiliki kekuasaan, tetapi juga oleh insan-insan yang mengabdikan hidupnya.

Dengan tulus seperti jejak Syekh Yusuf, pengabdian yang lahir dari hati akan terus dikenang, menjadi pelita yang menerangi perjalanan bangsa menuju masa depan yang lebih bermartabat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *