Terungkap! Remaja Pengambil Uang Kotak Amal di Bone Ternyata Santri yang Hidup Terlantar

Berita, Daerah, Peristiwa13 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE – Di balik rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan seorang remaja mengambil uang dari kotak amal Masjid Dahlan Wellang, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, tersimpan kisah yang menyayat hati.

Sosok yang semula menjadi sorotan karena dugaan pencurian itu ternyata merupakan seorang santri berusia 16 tahun yang mengaku hidup terlantar setelah meninggalkan pondok pesantrennya.

Peristiwa tersebut terungkap pada Kamis sore, saat pengurus masjid bersama warga berhasil mengamankan remaja berinisial MK, yang kembali mendatangi masjid setelah salat Asar.

Selama beberapa waktu terakhir, pengurus masjid memang meningkatkan pengawasan karena kasus hilangnya uang dari kotak amal telah berulang kali terjadi.

Pengurus Masjid Dahlan Wellang, Adi, mengatakan dirinya sengaja memantau kamera CCTV dari rumah yang berada tidak jauh dari masjid. Saat melihat remaja yang diduga sebagai pelaku kembali datang, ia segera menghubungi warga sekitar untuk mengamankannya.

“Selama ini kami memang memantau CCTV karena kejadian serupa sudah beberapa kali terjadi. Ketika melihat orang yang sama kembali datang, kami langsung bergerak bersama warga,” ujarnya.

Namun suasana berubah ketika MK menyampaikan alasan di balik perbuatannya kepada pihak kepolisian.

Remaja asal Lampung Utara itu mengaku nekat mengambil uang dari kotak amal karena sudah lima hari hidup tanpa tempat tinggal tetap dan kesulitan memperoleh makanan setelah kabur dari pondok pesantren tempat ia menimba ilmu.

Dalam keterangannya, MK mengaku sebenarnya ingin pulang ke kampung halamannya karena merindukan kedua orang tuanya.

Kerinduannya semakin mendalam setelah mendapat kabar bahwa ibunya sedang sakit. Namun keinginannya pulang tidak dapat terwujud karena terkendala biaya perjalanan.

Selama berada di luar pesantren, ia mengaku berpindah-pindah tempat untuk bermalam, mulai dari pinggir jalan hingga area masjid. Dalam kondisi lapar dan tanpa keluarga yang dapat dimintai pertolongan di Bone.

Ia mengaku mengambil sebagian uang dari kotak amal untuk membeli makanan dan berharap bisa mengumpulkan ongkos pulang.

MK juga menjelaskan bahwa dirinya tidak merusak kotak amal. Ia menggunakan seutas kawat yang ditempeli perekat untuk menarik lembaran uang dari dalam kotak tersebut.

Saat ini, remaja tersebut masih berada dalam penanganan pihak kepolisian sambil menunggu koordinasi dengan pengelola pondok pesantren dan pihak keluarga.

Pengurus Masjid Dahlan Wellang juga menyatakan memilih mengedepankan penyelesaian yang bijaksana mengingat pelaku masih berstatus anak di bawah umur.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tidak semua pelanggaran hukum lahir dari niat jahat semata. Di balik sebuah tindakan yang keliru, terkadang tersimpan persoalan kemiskinan, keterlantaran, dan kerinduan seorang anak kepada keluarganya.

Meski demikian, dugaan tindak pidana tetap perlu diproses sesuai ketentuan hukum, dengan tetap mengutamakan perlindungan hak anak dan pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *