LEPASNEWS.COM BONE – Sekolah Rakyat adalah program unggulan pemerintah di bawah Kementerian Sosial RI, yang menyelenggarakan pendidikan berasrama berkualitas, sepenuhnya gratis, bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Capaian 270 siswa ini bukanlah hasil yang instan. Di balik angka tersebut, ada perjuangan para Pendamping PKH yang menyisir lorong demi lorong, masuk ke pelosok desa, menjemput aspirasi, serta meyakinkan para orang tua yang awalnya ragu karena jarak dan keharusan anak berasrama.
“Kami mendatangi langsung keluarga yang memiliki anak usia sekolah SD, SMP, dan SMA yang putus sekolah atau terancam putus sekolah. Banyak orang tua yang awalnya ragu karena jarak dan tidak tega anaknya berasrama. Tugas kamilah meyakinkan bahwa Sekolah Rakyat adalah masa depan anak-anak mereka,” ujar Ketua Tim Pendamping PKH Kabupaten Bone.
Proses seleksi berjalan ketat. Anak yang diusulkan harus memenuhi syarat: berasal dari keluarga desil 1 dan 2, masih usia sekolah, memiliki motivasi tinggi, serta mendapat izin penuh dari orang tua.
Saat lolos, anak-anak mendapatkan fasilitas lengkap mulai seragam, makan, tempat tinggal di asrama, pembinaan karakter, hingga kebutuhan sekolah lainnya semua ditanggung negara.
Salah satu orang tua penerima manfaat tak mampu menahan haru. “Terima kasih untuk pendamping PKH yang tidak bosan-bosannya datang ke rumah. Kalau bukan karena pendamping, anak saya mungkin tidak bisa lanjut sekolah lagi. Sekarang bisa masuk Sekolah Rakyat, saya sangat bangga,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi langkah nyata memutus rantai kemiskinan. Pendidikan bukan sekadar bantuan, melainkan investasi jangka panjang.
“Ini adalah wujud nyata dari slogan PKH: dari keluarga untuk keluarga. Ketika anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa sekolah tinggi, mereka kelak yang akan mengangkat derajat keluarganya,” tegas Ketua Tim Pendamping PKH.
Diharapkan ke depan, kolaborasi antara Pendamping PKH, Pemerintah Daerah, dan Kementerian Sosial semakin kuat, sehingga lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat meraih mimpi melalui Sekolah Rakyat di tahun-tahun mendatang.(*)












