Duka di Sanrangeng, Kebakaran Hanguskan 10 Rumah

Berita, Daerah, Peristiwa91 Dilihat

LEPASNEWS COM.BONE-  Tangis dan kepanikan pecah di tengah permukiman warga Desa Sanrangeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 12.30 Wita.

Kebakaran hebat tiba-tiba mengamuk dan dengan cepat melahap sejumlah rumah warga. Kobaran api yang membesar membuat warga berhamburan menyelamatkan diri dan berusaha mengamankan barang-barang yang masih dapat diselamatkan.

Rumah-rumah panggung yang sebagian besar menggunakan material kayu membuat api dengan cepat menjalar. Dalam waktu singkat, kepulan asap dan kobaran api menyelimuti permukiman warga.

Sedikitnya 13 rumah terdampak dalam musibah tersebut. Dari jumlah itu, 10 rumah dilaporkan terbakar, sementara tiga rumah lainnya turut terdampak.

Namun, di balik kepulan asap dan rumah-rumah yang terbakar, musibah tersebut meninggalkan duka yang jauh lebih dalam. Satu warga dilaporkan meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Hasan, laki-laki berusia sekitar 40 tahun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Hasan disebut merupakan penyandang ODGJ. Saat api mulai membesar, korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri dari kepungan kobaran api.

Kepergian Hasan menambah luka di tengah warga yang sedang berjuang menghadapi kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.

Informasi awal dari lokasi menyebutkan api diduga pertama kali muncul dari rumah Hasan. Kendati demikian, penyebab pasti kebakaran dan titik awal api masih harus dipastikan melalui penyelidikan pihak berwenang.

Api kemudian menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Bangunan rumah panggung yang didominasi bahan kayu diduga membuat kobaran api semakin cepat membesar.

Sejumlah rumah warga yang terdampak diketahui milik Salma, Ruddin, Kaya, Mamma Saide, Hasna, Latuo, Juma, Hj. Tiha, Pattawe, Agu Ondeng, Tahang, Niyya, dan Sakka.

Di tengah suasana duka dan kepanikan warga, seorang pria disebut diamankan oleh pihak kepolisian.

Pria tersebut diduga sempat mengaku kepada warga bahwa dirinya membakar rumah yang menjadi titik awal kebakaran.

Polisi kemudian mengamankannya untuk menjalani pemeriksaan dan memastikan kebenaran dari pengakuan tersebut.

Seorang warga yang ditemui di lokasi mengungkapkan bahwa pria tersebut sempat menyampaikan pengakuannya di hadapan warga.

“Sepertinya orang kurang waras. Di tengah-tengah warga ia mengaku membakar rumah pertama. Polisi cepat amankan, jangan sampai diamuk massa,” ujarnya.

Meski demikian, pengakuan tersebut belum dapat dijadikan sebagai kepastian mengenai penyebab kebakaran. Polisi masih perlu melakukan pemeriksaan dan penyelidikan untuk mengetahui apakah pria tersebut benar terlibat dalam peristiwa tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendalaman.

Konfirmasi juga masih diupayakan kepada Kasat Reskrim Polres Bone dan Kapolres Bone terkait pria yang diamankan serta penyebab kebakaran. Namun, belum ada tanggapan resmi yang diterima.

Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat mengungkap secara terang dari mana api bermula, apa penyebabnya, serta bagaimana status hukum pria yang diamankan.

Kepastian tersebut penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat, terlebih musibah ini telah merenggut satu nyawa dan membuat belasan rumah warga terdampak.

Hari itu, Desa Sanrangeng bukan hanya berhadapan dengan api, ada rumah yang menjadi abu, ada harta benda yang tak lagi tersisa, dan ada satu nyawa yang pergi tanpa sempat diselamatkan.

Di antara puing-puing yang terbakar, warga kini harus kembali menata kehidupan. Sementara bagi keluarga Hasan, kobaran api meninggalkan luka yang jauh lebih dalam sebuah kehilangan yang tidak mungkin diganti dengan apa pun.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *