Tudang Sipulung Forum ASSITOBONENGENG Melahirkan Kesepakat Bersama Pemkab Bone 

Daerah87 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE- Forum Assitobonengeng menggelar tudang sipulung dengan menghadirkan Forkopimda, Organisasi Keagamaan, Pemuda, Mahasiswa, Komunitas Seni dan Budaya  serta perwakilan dari 27 kecamatan di Kabupaten Bone.

Pertemuan yang dikonsep sederhana tersebut melahirkan tiga kesepakatan bersama dengan Pemerintah Daerah terkait pembangunan rumah adat Bola Soba.

Forum Assitobonengeng mengangkat tema Assisamaturuseng ri Pakkawarunna Ade’e ri Tanah Bone dipusatkan di eks rumah adat Bola Soba yang beberapa waktu lalu ludes terbakar, Sabtu (28/10/23) Pukul 19.30 Wita.

Rencana awal Forum Assitobonengeng untuk membangung rumah soba di jalan Sukawati ex kebakaran namun dalam perjalanan dan melakukan audency dengan bapak PJ Bupati Andi Islamuddin menyarankan tetap disana lokasi baru Watang Palakka yang sudah dibebaskan tanahnya kurang lebih 4 hektar.

Untuk lahan 4 hektar di Watangpalakka Kecamatan Tanete Riattang Barat Forum Assitobonengeng (dipasesengengi ). satu lahan untuk mewujudkan gotong royong membangung Bola subbi, karena untuk bola Soba tetap akan dilanjutkan oleh pemerintah Kabupaten Bone dengan Anggaran APBD.

Foto Istimewa : Forum ASSITOBONENGENG bersama Pemkab Bone Dalam Kegiatan Tudang Sipulung “Assisamaturuseng ri Pakkawarunna Ade’e ri Tanah Bone”, Sabtu 28/10/2023

Inisiator Tudang Sipulung Assitobonengeng, Dr. H. Andi Singkeru Rukka menjelaskan, sebelum dilaksanakannya tudang sipulung dirinya sering berdiskusi dengan Pj Bupati Bone terkait keinginannya untuk membangun kembali Bola Soba.

“Saya sudah sering berkomunikasi dan berdiskusi dengan PJ Bupati Bone untuk membangun kembali Bola Soba dan saya berharap bisa diberikan ruang” ucapnya.

Petta Aji begitu dia karib disapa melanjutkan, dari hasil diskusi kemudian lahirlah sebuah keinginan untuk melaksanakan tudang sipulung dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat se Kabupaten Bone.

“Pada malam hari ini kita sukses menggelar kegiatan, tentunya terimakasih kepada semua unsur yang terlibat khususnya Pj Bupati Bone,” terangnya.

Sementara itu selaku pemerhati budaya dan perwakilan perkumpulan Wija Lapatau, Andi Sapri Pamulu, PhD menyatakan, dirinya berkomitmen bersama untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan Bola Soba demi kemajuan Budaya di Kabupaten Bone.

“Bahwa kami akan ikut berpartisipasi untuk membangun kemajuan-kemajuan budaya Bone termasuk pembangunan Bola Soba,” tukasnya.

Perwakilan Bissu juga menyampaikan dukungan, bahwa mereka punya niatan sama untuk membangun kembali rumah adat Bola Soba yang menjadi kekayaan Kabupaten Bone.

Pembicara selanjutnya, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Sulawesi Selatan, H. Andi Ahmad Saransi mengatakan, sejarah akan mencatat terkait dengan niatan dan upaya dari seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bone untuk kembali membangun Bola Soba.

“Selama ini selalu menulis tentang sejarah tapi tidak pernah tercatat dalam sejarah. Oleh karena itu, mari kita bersatu dan membangun kembali apa yang menjadi cagar budaya di Bone ini,” terangnya.

Pendiri RKBB A. Irwandi Paomi, ST mengatakan, bahwa pihaknya berharap pembangunan bola soba tetap pada tempatnya dikarenakan ada sejarah tersendiri yang tercatat di dalamnya.

“Jika memang pembangunan bola soba pada tempatnya tidak dianggarkan oleh pemerintah maka kami assitobonengeng akan bersatu dan membangun sendiri bola soba,” imbuhnya.

Pembicara dari pihak pemerintah di mulai dari Ketua DPRD kabupaten Bone Irwandi Burhan, SE. Ia menyambut baik adanya gerakan yang dilakukan seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Bone melalui Forum Assitobonengeng.

“Apa yang menjadi harapan masyarakat akan kita sambut, dan semoga bisa sejalan dengan apa yang menjadi program pemerintah selama ini,” terangnya.

Kadis Pariwisata Kabupaten Bone, Andi Promal Pawi yang juga tampil sebagai pembicara mengatakan, mendukung sepenuhnya gerakan untuk membangun kembali Bola Soba.

“Jadi mari kita dukung upaya untuk membangun kembali Bola Soba ini,” terangnya.

Kadis kebudayaan, Andi Murni mengatakan, pihaknya mengapresiasi adanya kegiatan tersebut karena menurutnya diskusi merupakan salah satu jalan terbaik untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang ada.

“Pemindahan bola soba ini sah-sah saja selama tidak bertentangan dengan undang-undang” tutur, Kadis Pariwisata.

Pembicara terakhir yakni Penjabat (Pj) Bupati Bone, Drs. H. Andi Islamuddin, M.H menjelaskan, bahwa tempat pembangunan kembali bola soba telah disahkan.

“Bahwa tempatnya adalah di Palakka dan itu sudah dianggarkan dan disepakati oleh pemerintah daerah bersama-sama dengan DPRD kabupaten Bone,” tukasnya.

Ia melanjutkan, pemerintah daerah berkomitmen untuk kembali membangun Bola Soba pada Tahun 2024 mendatang.

“Selama kita diberi kesehatan, maka Insyaallah bola soba akan dibangun kembali pada tahun 2024,” tutupnya.

Adapun tiga poin kesepakatan bersama dalam diskusi tudang sipulung sebagai berikut: 

1. Disepakati untuk membangun kembali Bola Subbi oleh Pemerintah Kabupaten Bone dan saoraja Bola Subbi dengan konsep swadaya melibatkan seluruh warga Bone yang dikelolah oleh Forum Assitobonengeng.

2. Disepakati bersama pembangunan rumah adat Bola Subbi di Palakka dengan tetap memperhatikan aspek adat dan budaya.

3. Penggunaan material dan sumber daya lokal aspek legalnya difasilitasi oleh pemerintah Kabupaten Bone.

Rangkuman dalam kegiatan tersebut Forum Assitobonengeng diberi satu lahan ( dipasesengengi ) untuk membangung bola subbi di lokasi pembangunan bola Soba di Watangpalakka untuk membangung Bola Subbi secara Gotong Royong dan rencana  menggunakan material kayu Bone di Kecamatan Ponre.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *